mendung,
kita sama suka saat itu
saat awan menebal menyatukan kasihnya
lindungi dari bias cahaya,
dari panas dunia
rintik hujan,
senyum indahnya satukan kita
setiap jengkalnya adalah bahagia
erat,
jemari kita terpagut erat
mata saling tatap,walau mulut terdiam
rekat
menelusuri setiap taman bunga, sedu sedan, dan rindu dendam kita
sekat sekat tlah menghilang pudar
jarak mendekat benar
sedang dalam pendar lilin malam ini kita tahu
Tuhan adalah seniman tak terduga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar