di sudut kamar ini
Kadang nafas tersengal
seiring leher tercekik jarak
yang smakin menghitam
Lalu muncul senyummu
dengan rambut tersibak, dengan senyum merebak
di samping telaga
di sapu angin gunung mendayudan bayangmu mendekat
lantas rindu semakin erat
saat kita hanya bisa saling mendengar suara
dari kabel antara bali-jakarta
kurasa ini akan tetap mesra
seperti halnya satu jengkal langkah pisahkan kita
Tidak ada komentar:
Posting Komentar