Hati hati di sana
Saat kabut tebal menyapu
Pada dinding dinding kamarmu
Pada tebal kaca jendelamu
hati hati di sana
saat semua muram
Pejamkan matamu pada selimut tebal abu abu
juga pada air dari matamu
jangan biarkan mereka menderai
tanpa penyeka
tanpa seorang untuk menyeka
kau sudah terlanjur lama terperangkap dalam jermalku
sudah benar terikat
terlalu sulit buat lepas
akan koyak jika dipaksa
maka bertahanlah
dari sini kita akan bikin sebuah memoar manis
atau mungkin sebuah roman picisan
yang selalu berakhir sempurna